Universitas Timor (Unimor) kembali menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Jalur Seleksi Mandiri Tahun Akademik 2026/2027. Pelaksanaan ujian yang berpusat pada UPA TIK Unimor ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 17 – 19 Juni 2026, diikuti oleh 830 peserta yang bersaing ketat untuk memperebutkan kursi di berbagai program studi unggulan.
Ujian berbasis digital ini diselenggarakan untuk menjaring calon mahasiswa baru secara objektif, adil, dan akuntabel. Pelaksanaan ujian ini juga menjadi tahapan penting bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri di wilayah perbatasan.

Untuk memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan sesuai prosedur, Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Emanuel Be, S.E., M.Si., Kepala Biro Akademik, Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dra. Emmerentiana Immaculata Ukat, Kepala bagian Akademik, Venidora Atok, S.E., serta Kepala UPA TIK Leonard Peter Gellu, S.Kom., M.Kom melakukan kunjungan langsung lokasi ujian pada laboratorium komputer UPA TIK yang berada di Kampus Unimor.
Dalam kunjungan tersebut, rektor meninjau kesiapan sarana dan prasarana ujian, pelaksanaan teknis di ruang ujian, serta memastikan peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan kondusif pada tiga ruangan laboratorium komputer yang dipakai sebagai tempat ujian.
Rektor menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan ujian mandiri tahun 2026 ini. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ujian mandiri di Unimor tahun 2026 harus berjalan dengan lancar, tertib, dan tanpa hambatan mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan. Pihak universitas berkomitmen menjaga kualitas ujian agar tidak menimbulkan masalah yang berdampak buruk secara nasional bagi seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di tanah air.

“Ujian mandiri tetap membawa standar nasional. Kesalahan di satu universitas dapat merugikan reputasi PTN lainnya di Indonesia, karena itu, kepada para pengawas, saya minta untuk memperhatikan dan mengawal ujian secara maksimal. Kepada para peserta, saya harap mengikuti ujian dari awal hingga tuntas. Panitia akan mendata peserta yang tidak hadir untuk memastikan alasannya dan menjamin hasil kelulusan ditentukan secara objektif. Terkait penanganan fasilitas, jika terjadi gangguan pada komputer atau sarana prasarana,saya minta panitia segera mengalihkan peserta ke komputer lain yang berfungsi normal,” tandas Rektor.
Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si., sekaligus Ketua Panitia UTBK Jalur Mandiri menyampaikan hal-hal terkait teknis pelaksanaan UTBK Jalur Mandiri Unimor Tahun 2026.
“Jadi memang pagi ini kita bersama Rektor mengunjungi lokasi tes UTBK Jalur Mandiri tahun 2026. Untuk tahun 2026, lewat jalur mandiri itu kita menerima peserta tes sebanyak 830 orang peserta. Ujian akan dilaksanakan selama kurang lebih 3 hari, mulai tanggal 17 – 19 Juni 2026,” jelasnya.

Setiap hari, lanjutnya, dilaksanakan 3 sesi ujian, yakni pagi, siang, dan sore. Oleh karena itu, panitia telah menyiapkan semua kebutuhan sesuai dengan standar penerimaan mahasiswa baru. Panitia mengalokasikan 3 ruang ujian untuk menyelenggarakan ujian seleksi mandiri ini yang sistemnya juga sama dengan UTBK, yakni sistem ujian berbasis komputer. Jadi para peserta dipersilahkan untuk mengikuti ujian sesuai dengan hari dan sesi tesnya yang tersistem di dalam pendaftaran akun mereka. Setelah itu mereka akan mengikuti arahan panitia untuk melaksanakan tes, dan setelah tes akan disampaikan pengumuman hasilnya.
“Kami menyampaikan terima kasih untuk panitia yang sudah bekerja keras dan tim IT mempersiapkan semua perangkat komputer di sini, sehingga pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar dan aman,” lanjutnya.
Untuk pengamanan, walaupun ini tes yang dilakukan secara mandiri oleh universitas, pengawasan dilakukan sangat ketat sesuai SOP kementerian, dibantu oleh petugas keamanan yang bersiaga.
“Peserta yang mendaftar ke Program Studi Keperawatan, selain tes tertulis, wajib mengikuti tahapan tambahan berupa tes wawancara dan tes kesehatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2026. Untuk peserta internasional, terdapat kurang lebih 4 peserta Warga Negara Asing (WNA) yang mengikuti seleksi ini,” pungkas Dr. Yoseph.



