Universitas Timor (Unimor) kembali mencatat capaian penting dalam meningkatkan mutu akademik. Hal ini seiring dengan terbitnya izin operasional untuk dua program studi (prodi) baru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Izin tersebut tertuang dalam salinan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Nomor 875/B/O/2026. Surat keputusan tertanggal 4 Agustus 2026 ini mengatur tentang Izin Pembukaan Program Studi Keperawatan Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi pada Unimor di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P., mengapresiasi dan menyampaikan rasa syukur kepada semua pihak atas segala dukungan, sehingga seluruh proses pengajuan hingga penerbitan izin operasional dapat berjalan lancar.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi yakni Kemdiktisaintek, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, jajaran pimpinan Universitas Timor, serta seluruh tim kerja yang telah bekerja keras, cerdas, dan bekerja dengan hati sehingga SK Izin Operasional Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners telah resmi diterbitkan kemarin,” ungkapnya.
Proses pengurusan SK ini biasanya penuh hambatan, namun Unimor diberikan banyak kemudahan. Hal ini sejalan dengan moto awal pendirian universitas kita, Sandinawa, yang mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diusahakan dengan sungguh-sungguh pasti akan kita peroleh. Dukungan dari para leluhur dan masyarakat sangat kuat, sehingga meski baru selesai asesmen lapangan, SK bisa terbit dalam waktu yang relatif singkat. Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai pihak, salah satu diantaranya adalah dari Kepala LLDIKTI Wilayah XV Kupang.
“Perlu diketahui, program studi ini merupakan satu-satunya yang tersedia di universitas negeri di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama ini banyak lulusan D3 Keperawatan maupun S1 Keperawatan yang ingin mengambil profesi Ners harus melanjutkan studi ke luar NTT. Kehadiran prodi baru di Universitas Timor (Unimor) ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi kita semua,” urai Rektor.
Peminat S1 Keperawatan di tiga kabupaten yaitu TTU, Belu, dan Malaka, lanjut Rektor, sangat luar biasa. Banyak tenaga kesehatan di tiga kabupaten tersebut yang saat ini berlatar belakang D3 Keperawatan dan sangat menunggu kehadiran prodi ini di Unimor untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dibalik kebanggaan ini, ungkap Rektor, ada tanggung jawab besar. Kita harus berkomitmen melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dengan standar yang tinggi. Di dalam SK tersebut ditegaskan bahwa jika kita tidak mengimplementasikan izin operasional ini sesuai kebutuhan masyarakat dan standar akademik, Kementerian berhak menarik kembali izin tersebut atau membekukannya. Kita tentunya siap menghadapi tantangan ini karena perjuangan mendapatkan SK ini tidaklah mudah. Kita harus betul-betul memanfaatkan momentum ini di lapangan.
“Kemarin, dalam rapat pimpinan universitas, awalnya saya mengira perkuliahan prodi ini akan ditempatkan di Atambua. Namun, berdasarkan penjelasan dari Dekan Fakultas Pertanian, Sains, dan Kesehatan, seluruh dosen ingin aktivitas perkuliahan dipusatkan di Kampus 1 (Kampus Induk) Kefamenanu. Kita akan mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana tahun ini, agar saat perkuliahan dimulai tahun depan, kita sudah benar-benar siap,” ujarnya.
Lebih lanjut Rektor mengemukakan, terkait teknis perkuliahan, akan dilakukan pendekatan ke Bupati TTU. Kita berencana memanfaatkan gedung rumah sakit milik pemerintah Kabupaten TTU yang berada di Kilometer 5 jurusan Atambua. Seluruh aktivitas administrasi dan manajemen akan berpusat di sana. Sementara untuk kegiatan praktik mahasiswa, kita akan mengoptimalkan laboratorium di Unimor serta menjalin kerja sama dengan rumah sakit di TTU, Belu, dan Malaka guna memastikan kompetensi lulusan S1 Keperawatan dan Ners benar-benar teruji. Pelayanan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat (DRTPM) harus kita perhatikan secara serius karena akan dipantau ketat oleh Kementerian.
“Selain itu, karena dana Kementerian saat ini banyak dialokasikan untuk pendidikan vokasi, kita akan mengkaji posisi prodi ini apakah masuk dalam jalur akademik atau vokasi guna pengajuan anggaran ke depan. Saya juga sudah menginstruksikan Dekan FPSK untuk segera memproses penunjukan dan pelantikan Ketua Program Studi (Kaprodi) dua prodi baru ini agar manajemen prodi baru ini bisa langsung berjalan dan menerima mahasiswa baru pada TA 2027/2028,” jelas Rektor.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si., membenarkan bahwa Unimor telah resmi menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait pembukaan dua prodi baru, yaitu Prodi Keperawatan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi.
“Di dalam SK tersebut tercantum dua nomenklatur, yakni SK Pendirian yaitu Prodi Keperawatan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi. Kita menyambut gembira kehadiran SK ini sebagai momentum berharga bagi Universitas Timor (Unimor). Pada usianya yang ke-26, penambahan program studi baru ini menjadi bukti kepercayaan kementerian bagi perguruan tinggi kita.” ungkapnya.
Berdasarkan keputusan Pimpinan Universitas, Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai pembentukan program studi (prodi) ini akan segera diterbitkan. SK tersebut menjadi dokumen resmi kehadiran prodi baru di Unimor di bawah naungan Fakultas Pertanian, Sains, dan Kesehatan. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak fakultas untuk mempercepat proses penunjukan pimpinan prodi, sehingga penerimaan mahasiswa baru dapat dilaksanakan pada tahun 2027
“Penerimaan mahasiswa baru untuk Prodi Keperawatan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi yang baru dibuka tahun 2026 ini akan resmi dimulai pada tahun 2027 melalui jalur SNBP, UTBK, dan Mandiri. Oleh karena itu, kita masih memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan seluruh aspek operasional prodi baru ini,” tuturnya.
Fokus utama kita saat ini adalah pemenuhan SDM, kesiapan ruang perkuliahan, serta penyediaan fasilitas laboratorium yang representatif. Mengingat ini adalah jalur akademik dan profesi, standar yang diterapkan tentu berbeda dengan pendidikan vokasi D3 Keperawatan yang selama ini kita jalankan.
“Dalam waktu dekat kita akan segera menerbitkan dan menyebarluaskan brosur publikasi. Hal ini penting agar masyarakat mengetahui kehadiran prodi baru di Unimor ini dan dapat mempersiapkan putra-putri mereka untuk mendaftar pada tahun 2027 nanti,” ungkap Dr. Yoseph.
Kepala LPMPP Unimor, Fidelis Atanus , S.Fil, M.Si., turut mengapresiasi hadirnya dua prodi baru di Unimor pada pertengahan tahun 2026 ini. Dikatakannya, ini merupakan momentum dan ikhtiar dari Unimor untuk pengembangan SDM perawat di kawasan perbatasan.
“Kedua prodi ini urgen dibuka untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga perawat professional di daerah perbatasan. Semoga dengan terbitnya ijin ini dapat meningkatkan komitmen kita dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan kajian-kajian ilmiah dan menjawabi kebutuhan dasar kemanusiaan yaitu kesehatan,” pungkasnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.




