Kampiun dari Perbatasan: Unimor Raih Peringkat Puncak Penyelenggara UTBK 2026

by | Sep 28, 2026 | Berita

Keterbatasan geografis di wilayah perbatasan tidak menjadi halangan bagi Universitas Timor (Unimor) untuk memberikan pelayanan terbaik bagi dunia pendidikan tinggi. Kampus kebanggaan masyarakat Timor Tengah Utara ini sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menduduki peringkat pertama nasional sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terbaik tahun 2026.

Informasi membanggakan tersebut diperoleh dalam kegiatan pelaporan dan evaluasi yang berlangsung di Bali, yang dihadiri oleh Korpel, Kortik, Sekretaris UTBK Unimor, serta tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Unimor.

Ketua Panitia UTBK SNPMB Tahun 2026 Unimor, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini.

“Pencapaian ini perlu kita syukuri bersama oleh seluruh sivitas akademika. Jika melihat perjalanan tahun lalu, Unimor berada di peringkat ketiga. Tahun ini kita melakukan lompatan yang sangat baik, naik dari peringkat tiga ke peringkat satu nasional,” ujar Dr. Yoseph.

Raih Nilai Tertinggi Nasional

Penilaian kinerja ini dilakukan secara ketat oleh Kementerian Pendidikan melalui Panitia SNPMB. Komponen penilaian meliputi kelayakan lokasi ujian, kepatuhan petugas, kerja sama panitia, kolaborasi, tingkat kesiapan, dan aspek vital lainnya.

Meskipun kompetisi antar-PTN tahun ini sangat ketat dan mayoritas kampus masuk dalam kategori baik, Unimor berhasil memimpin di posisi teratas. Dari 74 PTN penyelenggara di seluruh Indonesia, Unimor berhasil meraih skor tertinggi, yaitu 96,960. Angka ini menempatkan Unimor di atas rata-rata perguruan tinggi lain yang berada di kisaran nilai 95 ke atas.

Apresiasi untuk Kerja Keras Semua Pihak

Dr. Yoseph menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Rektor Unimor beserta jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, serta para Dekan.

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada bapak/ibu pengawas, PJR, serta seluruh panitia yang telah bekerja vital dalam mempersiapkan segala kebutuhan. Garis koordinasi yang solid antara Ketua, Korpel, Kortik, Sekretaris, dan tim Monev terbukti mampu mengawal seluruh rangkaian ujian hingga berjalan dengan tertib dan lancar.

Selain kesiapan teknis, peran Humas Unimor juga menjadi kunci keberhasilan melalui promosi dan penyediaan atribut informasi yang sesuai ketentuan. Mulai dari penyebaran informasi umum di area publik, penunjuk titik lokasi ujian, hingga sterilisasi area sterilisasi ujian demi kenyamanan peserta.

Komitmen Mempertahankan Prestasi di Tahun 2027

Kendati meraih predikat terbaik, Panitia UTBK Unimor tidak berpuas diri. Dr. Yoseph menyatakan akan segera meminta catatan hasil evaluasi dari Korpel, Kortik, Sekretaris UTBK, serta Kepala LPMPP Unimor yang mengikuti kegiatan di Bali.

Catatan tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi internal untuk memperbaiki poin-poin kelemahan yang masih ada. Pembenahan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut pelaksanaan UTBK tahun 2027.

“Prestasi tahun ini menjadi rujukan bagi kita untuk terus membenahi kekurangan yang ada. Kita harus membuktikan bahwa meski Unimor berada di daerah perbatasan yang jauh dari kota besar, kita mampu mempertahankan kinerja terbaik. Tujuan utama kita adalah memastikan peserta UTBK selalu merasa nyaman, tertib, dan sukses dalam menempuh ujian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala LPMPP Unimor Fidelis Atanus, S.Fil., M.Si., Teks turut memberikan pernyataan reflektif dan motivasional atas pencapaian ini.

“Pencapaian ini merupakan ikhtiar kolektif: Saya katakana begitu karena keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja keras bersama dari seluruh anggota panitia yang menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik dan benar. Evaluasi yang berkesinambungan menjadi modal utama dalam mencapai target atau peringkat tersebut.” ungkapnya.

Tahun 2027 akan menjadi tantangan terbesar. mengingat mempertahankan suatu pencapaian jauh lebih sulit daripada meraihnya untuk pertama kali.

“Pencapaian ini harus dijadikan batu loncatan bagi Unimor untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik dan konsisten menjadi yang terbaik,” tutup dosen Prodi Ilmu Adminitrasi Negara tersebut diakhir pesan.

Post Terkait