Home Berita TRANSFORMASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI ERA DIGITAL: PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIMOR GELAR KULIAH UMUM OPTIMALISASI TEKNOLOGI

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI ERA DIGITAL: PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIMOR GELAR KULIAH UMUM OPTIMALISASI TEKNOLOGI

by | Apr 30, 2026 | Berita

UNIMOR, KEFAMENANU – Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Timor (Unimor) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Optimalisasi Teknologi dalam Pembelajaran Matematika yang Bermakna”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/04/2026) ini bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Kuliah Faperta-SainKes, Kampus Unimor.

Kegiatan akademik ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd., Guru Besar Pendidikan Matematika sekaligus Ketua Program S3 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya, serta Zulkaidah Nur Ahzan, S.Si., M.Si., Dosen Pendidikan Matematika Unimor yang tengah menempuh studi doktoral di UPI Bandung.

Ketua Panitia, Yohanes Ndapa Deda, S.Pd., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 350 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan guru-guru matematika. Beliau menyoroti betapa pesatnya kemajuan teknologi, khususnya Kecerdasan Buatan (AI), yang menuntut adaptasi cepat dari para calon pendidik. “Mahasiswa harus belajar bagaimana menghadirkan teknologi secara benar dan relevan dalam pembelajaran matematika. Harapan kami, melalui kegiatan ini, mahasiswa semakin mencintai matematika dan melek terhadap teknologi pembelajarannya,” ujar Yohanes sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unimor, Cecilia Novianti Salsinha, S.Si., M.Sc., menekankan bahwa keterampilan integrasi teknologi adalah kunci bagi guru dan calon guru. Ia berharap kuliah umum ini menjadi stimulus bagi terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna di kelas-kelas matematika masa depan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Unimor, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau memaparkan bahwa teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan di seluruh aspek kehidupan. “Dulu paradigma matematika sering dianggap negatif dan menakutkan. Sekarang, dengan bantuan teknologi, kita harus mengubahnya menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan. Teknologi memungkinkan kita menyesuaikan kecepatan belajar siswa, memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami, serta membantu penyelesaian masalah secara kolaboratif dalam waktu singkat,” jelas Dr. Yoseph.

Prof. Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd. dalam paparannya menekankan pentingnya transisi dari surface learning menuju Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada proses berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pendekatan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Pemateri menggarisbawahi bahwa guru harus memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) untuk memanfaatkan teknologi—mulai dari alat konvensional, perangkat lunak khusus seperti GeoGebra, hingga penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dan Augmented Reality (AR)—sebagai instrumen utama dalam mendukung aktivitas pemecahan serta pengajuan masalah yang kreatif demi mewujudkan delapan dimensi profil lulusan di era Revolusi Industri 4.0.

Sementara itu, Zulkaidah Nur Ahzan dalam paparannya ini menyoroti strategi dan inovasi pendidikan matematika di era digital dengan berfokus pada penggunaan teknologi yang berdampak untuk mengatasi tantangan kognitif, afektif, dan sistemik, seperti rendahnya skor PISA dan fenomena math anxiety. Pemateri menekankan pentingnya integrasi alat digital seperti AI adaptif, GeoGebra, coding, dan gamifikasi yang didasarkan pada kerangka TPACK serta prinsip desain multimedia Mayer untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan bermakna. Selain itu, materi tersebut menggarisbawahi perlunya pendekatan berbasis kompetensi melalui Computational Thinking dan Problem-Based Learning (PBL) bertenaga teknologi, yang didukung oleh pengembangan kompetensi digital guru serta metodologi pengembangan bahan ajar yang teruji melalui Model Plomp. Sebagai arah masa depan, pemateri mendorong adaptasi terhadap tren Generative AI, Augmented Reality, dan Learning Analytics agar pendidik dapat menjadi fasilitator kritis yang mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih inklusif, presisi, dan berkelanjutan.

Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang dinamis, di mana para peserta, terutama mahasiswa, menggali lebih dalam mengenai teknis implementasi alat digital dalam kurikulum sekolah untuk menghadapi tren Generative AI dan Learning Analytics di masa depan.

Post Terkait