FISIP Unimor Kukuhkan 218 Sarjana Baru: Dorong Lulusan Adaptif, Responsif, dan Isu Inklusivitas

by | Oct 21, 2026 | Berita

Unimor, KEFAMENANU – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Timor (Unimor) menggelar upacara Yudisium Sarjana Tahun 2026 yang berlangsung penuh khidmat dan semarak di Halaman Depan FISIP Unimor, Senin (19/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 218 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai sarjana baru, yang terdiri dari 109 lulusan Program Studi Ilmu Pemerintahan dan 109 lulusan Program Studi Ilmu Administrasi Negara.

Suasana sakral acara dibuka dengan penyambutan khas budaya daerah melalui Tarian Bidu Tais Mutin asal Kabupaten Malaka, yang dibawakan dengan apik oleh mahasiswa FISIP Unimor.

Turut hadir dalam momentum berharga ini Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Unimor, Dekan FISIP Unimor, Wakil Dekan I dan II FISIP, Koordinator Program Studi Ilmu Pemerintahan, Koordinator Program Studi Ilmu Administrasi Negara, jajaran dosen dari kedua program studi, tenaga kependidikan, serta para peserta yudisium.

Rangkaian acara pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium Sarjana Program Studi Ilmu Pemerintahan oleh Koordinator Prodi, Dr. Egidius Fkun, S.Fil., M.Si., disusul pembacaan SK untuk Program Studi Ilmu Administrasi Negara oleh Koordinator Prodi, Yoakim Rembu, S.Sos., M.AP. Setelah pemanggilan nama satu per satu, para mahasiswa secara resmi dikukuhkan sebagai sarjana oleh Dekan FISIP Unimor, Dr. A.P. Aplonia Pala, S.Sos., M.M.

Mewakili lulusan terbaik Patrisia Cicita Violeta Duma dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara dengan IPK 3,85 didaulat untuk menyampaikan orasi ilmiahnya. Mengangkat tema isu inklusivitas berdasarkan penelitian implementasi Perda Kabupaten Belu Nomor 7 Tahun 2020, Patrisia menekankan pentingnya kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Keberhasilan suatu kebijakan tidak boleh hanya diukur dari pengesahan peraturan di atas kertas, melainkan dari manfaat nyata serta terbukanya akses kerja yang adil dan bermartabat bagi kelompok disabilitas,” tegas Patrisia. Ia juga menyoroti berbagai kendala teknis di lapangan, seperti belum meratanya sosialisasi, keterbatasan fasilitas, minimnya koordinasi antarinstansi, hingga stigma sosial, serta mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi membangun lingkungan kerja yang inklusif.

Sementara itu, Skolastika Delastrada Rae, lulusan terbaik dari Program Studi Ilmu Pemerintahan yang juga meraih IPK 3,85, dipercayakan membawakan sambutan mewakili para sarjana baru. Skolastika mengingatkan bahwa keberhasilan seorang sarjana terletak pada karakter dan kontribusi nyata di masyarakat, bukan sekadar gelar semata. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi dosen, membagikan pengalamannya mengikuti program pertukaran mahasiswa di Universitas Diponegoro, serta menyampaikan harapan agar rencana pembangunan gedung perkuliahan baru di kampus dapat segera terealisasi.

Merespons aspirasi tersebut, Dekan FISIP Unimor, Dr. A.P. Aplonia Pala, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus memastikan bahwa masukan alumni terkait pembenahan sarana kampus akan diakomodasi hingga ke tingkat universitas. Beliau berpesan agar para lulusan selalu menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

“Jagalah nama baik fakultas dan program studi masing-masing. Berilah yang terbaik untuk masyarakat. Hari ini bukan akhir, melainkan awal bagaimana Anda harus hadir dan berdampak di tengah masyarakat,” tutur Dekan FISIP.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Unimor, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si., memberikan sambutan puncak sekaligus apresiasi atas kelulusan para mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa yudisium merupakan penetapan keabsahan akademik atas pemenuhan seluruh persyaratan studi.

Dr. Yoseph menggarisbawahi bahwa lulusan FISIP dituntut untuk selalu adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial.

“Lulusan FISIP harus menjadi lulusan yang adaptif dan responsif. Setelah wisuda Anda akan kembali ke tengah masyarakat. Ada banyak masalah yang membuat Anda perlu beradaptasi, tetapi juga harus responsif dalam mencari solusi,” tegas Dr. Yoseph.

Menutup sambutannya, Wakil Rektor I kembali menekankan pentingnya menjaga marwah almamater Unimor. Beliau juga menegaskan komitmen nyata Unimor terhadap kesetaraan pendidikan, di mana Unimor terbuka lebar menerima mahasiswa disabilitas serta menyediakan kuota beasiswa khusus bagi mereka.

Post Terkait